Salah satu hal yang paling memilukan di dunia adalah penolakan

Begini ceritanya…

Ban belakang motor saya terkena paku. Akhirnya saya gledheg motor saya ke tukang tambal ban terdekat. Sang tukang tambal ban tak mau menambal ketika melihat motor saya tanpa standar tengah. Yasudah sayapun melanjutkan perjalanan ke tukang berikutnya. Hal yang sama terjadi sampai di tiga tempat.

Karena sudah jeleh ditolak akhirnya motor saya tinggal di kantor Maliome. Rencana saya memasang standar tengah dulu baru ditambalkan.

Hari berikutnya saya pasang standar tengah dibantuin bapak @gojeg dan Baba @rasarab.

motor-nglekar

Hari ini motor saya ambil. Rencananya mau saya tambalkan karena sudah ada standar tengahnya. Saya gledheg lagi menyusuri jalan yang ada tukang tambal bannya. Kemudian hal yang memilukan terjadi. Tukang tambal ban tetap tak mau nggarap motor saya karena ban belakangnya besar dan malah #surhat “Wah sedino iki bar diajar ban gedhe terus aku mas“.

Waa #paet..

Mikir mikir sambil jalan akhirnya keinget ada SiTepat. Tempat ganti ban dengan peralatan lengkap sudah pake mesin press. Sa langsung nepi dan buka Foursquare. Wakk lokasi terdekat ada di Jl. Kusumanegara sedangkan saya masih di Wirobrajan. Wuasyem :))

Di TKP masnya langsung sigap nggarap. Akhirnya kelar juga walaupun velg rada peyang gegara digledheg.

sitepat

Moral of the story:
Jangan terlalu berharap sama tukang tambal ban. Nanti kamu bisa patah hati.

4 thoughts on “Salah satu hal yang paling memilukan di dunia adalah penolakan”

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.