Klasifikasi Tipe Pertanyaan

Beberapa waktu yang lalu ada artikel dari TechCrunch tentang DigitalGenius. Sebuah perusahaan Artificial Intelligence yang membuka jasa Customer Service via SMS.

Mengutip tulisan di sana:

“Imagine you’re dreaming of buying a new car. You see a commercial on TV with a phone number where you can text your questions, but the answers aren’t coming from a human. They come from a smart system fueled by artificial intelligence and natural language processing (NLP).”

“That’s what DigitalGenius, which presented onstage at Disrupt NY, can do. The tool carries on a human-like conversation with people via SMS. As you ask questions, the system walks you through the sales funnel to the point, in the case of a car, it could direct you to a dealer in your area.”

Kalau dilihat lebih detail, sistem harus bisa mengenali tipe pertanyaan sebelum bisa menjawab pertanyaan (calon) pelanggan. Dalam presentasinya, DigitalGenius menyajikan gambar berikut untuk memperjelas prosesnya.

dg-diagram

Dalam gambar terlihat beberapa tipe pertanyaan. Diantaranya adalah:
– Product Information
– Acount Information
– Action Request
– Comparison Question
– Recommendation Question
– dst

Ketika sistem tidak bisa menjawab, maka pertanyaan akan diarahkan kepada petugas Customer Service sebenarnya. Hal ini dapat meminimalisir pertanyaan yang berulang dan membosankan.

Dalam dunia lain, ada ChatBot yang dapat menangani tipe pertanyaan yang lebih umum. Seperti halnya dalam postingan Medium berikut “Creating a Chat Bot“. Tipe pertanyaannya adalah sbb:
– CH: Choice atau pertanyaan pilihan
– WH: Question yang terdiri dari who, what, where, when, why
– Yes/No Question
– TG: Tag Question

Untuk lebih detail tentang QTypes bisa dipelajari di sini.

Dalam sebuah paper, Xin Li dan Dan Roth menulis “Learning Question Classifiers: The Role of Semantic Information“. Dalam paper tersebut, pertanyaan dibagi ke dalam beberapa hirarki:
– Abbreviation
– Description
– Entity
– Human
– Location
– Numeric Value

Tentu akan sangat ideal jika ketiga contoh klasifikasi pertanyaan di atas bisa diterapkan dalam satu sistem. Namun demikian, mengambil beberapa bagian yang terkait dengan cakupan sistem yang akan dikerjakan juga sudah cukup.

Mitos Financial Freedom

Karena belum tercapai, bolehlah menanggap kalau Financial Freedom adalah sebuah mitos. Tapi bagi penikmat cerita, mitos tetap mempunyai sisi menarik untuk disimak.

Financial Revolution
Financial Revolution

Tung Desem Waringin (TDW) dalam bukunya Financial Revolution menyinggung tentang Financial Freedom versi Anthony Robbins. Ada beberapa tingkat/level dalam Financial Freedom:

1. Financial Protection
Kondisi keuangan seseorang yang cukup untuk membiayai kebutuhan minimum selama 2 sampai 24 bulan tanpa harus bekerja.

2. Financial Security
Kondisi keuangan seseorang yang cukup untuk membiayai kebutuhan di bawah ini tanpa harus bekerja:
a. Tempat tinggal
b. Kebutuhan rumah tangga
c. Transportasi
d. Pajak

3. Financial Vitality
Kondisi keuangan seseorang yang cukup untuk membiayai kebutuhan Financial Security ditambah kebutuhan di bawah ini tanpa harus bekerja:
a. Pendidikan anak
b. Kebutuhan hiburan
c. Membeli barang mewah yang masuk akal

4. Financial Independent
Kondisi keuangan seseorang yang cukup untuk membiayai kebutuhan persis seperti gaya hidupnya sekarang tanpa harus bekerja lagi seumur hidup.

5. Financial Freedom
Kondisi keuangan seseorang yang cukup untuk membiayai gaya hidup apapun yang dia inginkan tanpa harus bekerja lagi seumur hidup.

Jadi, ada pada level manakah kondisi keuangan kamu?