Pentingnya menuliskan sebuah rencana

Tidak punya rencana atau kebanyakan rencana sepertinya efeknya sama. Tidak melakukan apa apa.

Atau lebih parahnya melakukan semuanya dan hanya setengah-setengah.
Akhirnya melakukan bagian yang diingat dan paling menyenangkan saja karena tidak punya rencana pasti.
Hasil akhirnya? ndak ada :v

Rencana perlu diatur menjadi beberapa bagian untuk membantu terwujudnya sesuatu:
– Rencana Tahunan
– Rencana Bulanan
– Rencana Mingguan
– Rencana Harian

Rencana Tahunan
Dalam bahasa populernya resolusi. Biasa dibuat awal tahun. Apa apa saja yang ingin dilakukan.

Rencana Bulanan
Ini penjabaran lebih detail dari resolusi tahunan. Apa dikerjakan kapan. Kalau sekiranya waktunya tidak memungkinkan, sesuaikan lagi rencana tahunan.

Rencana Mingguan
Rencana mingguan berbentuk modul-modul pembentuk produk rencana bulanan.

Rencana Harian
Berbentuk todolist tentang apa yang akan dikerjakan hari ini. Bagian yang paling menyenangkan dari hal ini adalah mencentang todos di Google Keep (sepertinya desain Evernote kurang indah).

Bagian-bagian rencana yang ditulis itu pun tidak saklek. Ada beberapa penyesuaian dalam perjalanan. Tentu saja tidak melenceng jauh dari rencana awal. Bisa juga diubah urutan waktunya. Ketika berada dalam mode survival maka yang lebih cepat menghasilkan ada dalam prioritas :v

Godaan untuk melenceng dan tidak fokus akan selalu ada. Oleh karena itu perlu meninjau ulang bagian bagian rencana di atas.

BTW: Tulisan ini hanyalah uro-uro. Karena saat ini sedang tidak fokus. Duh.. :v