Range Anxiety

Pagi ini udah siap berangkat. Buka gerbang depan sambil lihat HP. Langsung muter masuk rumah lagi saat nengok sisa baterai tinggal separuh.

Yha range anxiety. Perasaan yang sama dengan pemilik kendaraan listrik. Kekhawatiran akan kehabisan baterai sebelum sampai tujuan.

Masalahnya ngecas baterai kan ndak kayak ngisi bensin. Lamaaaa dan gak banyak tersedia di sini.

Teringat beberapa hari yang lalu. Ada yang minta tolong dipesenin go-jek/grab. Waktu itu go-jek lagi error. Pesen gak dapet dapet. Mungkin baterainya tinggal menit-menit terakhir haha.

Khawatir aja kejadian yang sama menimpa saya.

Jadi intinya baterai yang fully charged memberikan peace of mind bagi netizen. Selain koneksi yang kencang tentunya.

Membuat External Drive dari Hard Disk Bekas Laptop

Hari gini memakai SSD di laptop sudah jadi keharusan.

Selisih kecepatan saat booting dan pemakaian sangat signifikan.

Setelah laptop ganti SSD maka HDD akan nganggur.

Nah HDD bekas laptop ini masih bisa dipakai buat External Drive.

Caranya dengan dibelikan Case External Drive.

Bisa dibeli di toko aksesoris komputer terdekat atau di marketplace.

Harganya bervariasi mulai dari 40rb-an sampai 100rb-an.

Selamat mengikuti

MacBook Restoration 02 | Ganti Baterai A1493 dengan Baterai A1582

Ini adalah kelanjutan seri MacBook Restoration.

Di video ini saya melakukan penggantian baterai yang sudah mati di MacBook ini.

Baterai MacBook ini aslinya berseri A1493 sedangkan stok baterai pengganti saya berseri A1582.

Seteleh googling nemu artikel di ifixit.com

Di sana ada yang berhasil mengganti baterai dengan posisi sebaliknya yaitu baterai aslinya A1582 diganti dengan baterai berseri A1493.

Di web itu dikatakan “works fine” tidak ada masalah hanya ampere jadi lebih kecil saja. Otomatis baterai cepat habis ketika dipakai.

MacBook saya posisi sebaliknya. Ampere diupgrade jadi lebih besar jadi kalau berhasil harusnya lebih awet nyala.

Untuk socket tidak ada masalah. Kompatibel.

MacBook Restoration 01 | MacBook Pro Retina 13″ Late 2013 Lcd Pecah dan Baterai Mati

Beberapa waktu yang lalu saya dikasih MacBook Pro Retina 13″ Late 2013 oleh seorang teman. Ini spek lengkapnya: EveryMac.

Saya diberitahu kalau kondisinya rusak. Jadi mungkin udah gak dipake lagi.

Setelah saya coba ternyata kerusakannya adalah LCD pecah dan baterai mati.

Nah di video ini (dan berikutnya) saya mendokumentasikan proses restorasi yang dilakukan untuk memulihkan kondisi MacBook.

Selamat mengikuti

Mati Gaya

Sudah hampir seminggu ini linglung kayak orang bego.

Gara-garanya laptop mati jadi gabisa kerja.

Habis pulang dari mudik, laptop dicas kok ga masuk. Pas lihat indikator baterai lah… Udah mintak ganti baterai aja.

Padahal cycle cout masih 300an. Normalnya untuk seri yang saya punya bisa sampai 1000an cc (cmiiw).

Fix Gejayan

Akhirnya bawa ke servisan buat diganti batrenya. Musti nunggu beberapa hari sih. Kayaknya sana juga beli online.

Tangan jadi gatel refrash-refresh OLX lihat laptop sekenan wkwk. Apa daya blm ada alokasi anggaran.

Btw ini jam dinding kenapa jadi jelas banget suaranya. Tik tok tik tok tik tok…

Bangkit Dari Mati Suri

Hape andalan ane LG Nexus 5.
Hape terbaik yang pernah saya punya.
Ambyar layarnya dibanting anak lanang haha.

Setelah didiemin mati setahun akhirnya ada rejeki buat beli layarnya.
Awalnya mau diservisin di Jogjatronik tapi gajadi.
Iseng iseng bongkar sendiri pake bantuan video “tear down” dari YouTube.

Akhirnya menyala juga.
Belum dipake harian sih baterenya boros bingits.
Cuma buat foto foto aja secara kameranya lebih bagus dari mi4c yang dipake sekarang 😀


Jadi ceritanya tombol powernya si Nexus ini kadang error.
Suka ngrestart sendiri gitu lah.
Kayaknya goyang trus keteken tombol powernya.

Buat nyalain kadang musti digejrot-gejrot tombol powernya biar ngrestart gajelasnya berenti.
Tapi lama-lama dianya gakuat dan ancur haha.
Yakali kayak TV rusak digebrak-gebrak jadi sembuh.

Nah karena ribet musti merojok lubang buat mencet tombol power, akhirnya nebeng di tombol volume aja buat resume.
Nginstall lah aplikasi “Volume Power”
Karena ini bukan bawaan OS jadinya dia listen event di tombol volume terus menerus saat idle.
Jatonya baterai jadi boros bingits
Sehari bisa 2x ngecas haha #paet

Cari cari di olshop cuma nemu satu di Shopee.
Tapi pengirimannya lama bingit.
Setelah dikonfirm ke penjualnya ternyata musti dikirim dai Cina.


Hadeh-hadeh gpp lah sabar menanti daripada ga ada 😀

 

Menghitung Kebutuhan Baterai Sepeda Listrik

Jadi ceritanya sepeda listrik yang dulu pernah saya ceritaken itu baterainya matek. Pas dibongkar kondisinya sudah melembung.

Kemungkinan karena overcharge. Dua harian saya charge gak dicabut karena gak penuh penuh. Biasanya sih beberapa jam aja lampu chargernya udah ijo. Ini udah lama gak ijo-ijo mungkin karena gak ngeces lagi.

Bisa jadi baterainya mau tewas atau chargernya yang rusak dan merembet ke baterai. Entahlah belum tau cara ngeceknya. Chargernya dites pake avo meter digital juga naik turuh tidak jelas tegangannya.

Mencari Spek Baterai

Melihat petunjuk 6-dzm-9 di baterainya maka googlinglah dan nemu di alibaba. Di sana tertulis speknya 12 Volt 9 Ampere. Dikalikan 2 (seri) jadi 24 Volt 9 Ampere. Di chargernya tertulis 24 Volt juga sih.

Baterai Pengganti

Melihat perbandingan baterai Lead Acid vs Lithium maka dipertimbangkan untuk coba pake baterai 18650. Itu baterai yang dipakai di vape atau Mobil Tesla Model S. Paling banyak dipakai di leptop.

Lihat speknya di wikipedia itu speknya 3.7 Volt dan 1500-3000 mA. Nominal baterai rata-rata adalah 3.7 Volt 1.5 AH.

Untuk mendapatkan 12 Volt dibutuhkan 3 baterai yang diseri. Full charged 12.6 Volt, nominal 11.1 Volt dan discharged 9.0 Volt. Untuk mendapatkan 9A dibutuhkan 6 paralel x 1.5 AH.

[gambar dari sini]

Jadi total satu set adalah 18 Pcs. Jika kebutuhannya adalah 24 Volt atau 2 set maka total dibutuhkan baterai sejumlah 36 Pcs.

Udah ketemu kebutuhannya. Berikutnya tinggal berburu baterainya. Sampai ketemu di update selanjutnya.

 

Belajar Menulis

Ternyata ndak mudah.

Saat masih di awang-awang terasa seperti banyak hal yang mau dituangkan.

Ketika dituliskan ternyata hanya jadi beberapa baris saja.

Efeknya seperti ketika melihat gitar.

Pengennya genjreng lagu ini dan itu.

Saat sudah pegang gitar…

Hilang semua.

Jadi buntu.

Susah juga ya ternyata.

Hahaha.

Perlu banyak belajar teknik menulis.

Bye