Mengatasi Rasa Takut Kehilangan Uang

Ketika kita berwirausaha seringkali dibutuhkan modal. Salah satunya adalah modal uang.

Ketika tiba saat membelanjakan modal, ada rasa takut yang timbul.

Nanti kalau gagal gimana? Kalau gak balik modal gimana? Kalau rugi gimana?

Mending buat beli ini, buat beli itu.

NASEHAT WENDY

Dalam serial Billions ada satu adegan yang menarik tentang hal ini. (bagi yang belum nonton ini rekomended banget).

Donnie:
“It’s really… this new level I’m at. It’s so much money.”

Wendy:
“It’s just capital. That’s how you have to think about it. Like professional poker player. Once the cash has turned into chips, that’s all it is. Ammo. Bullets in the clip. Discharge ’em when the target presents. You know that.”

PISAHKAN ANTARA EMOSI DAN UANG

Tidak mudah memang memisahkan emosi dari uang. Membuat uang netral.

Ketika memegang uang sekian juta rupiah yang terbayang adalah barang ini itu atau jalan-jalan ke sini ke situ.

Semuanya liabilitas beh.. padahal itu uang yang harus diputer agar esok tetap bisa makan.

Saya sendiri kerja dari dunia online dan punya trik untuk hal ini. Caranya adalah membuatnya tetap dalam bentuk dollar.

Misal mau bayar-bayar, $100 masih terasa lebih ringan daripada Rp1.319.750,-

kurs-dolar-2016-04-30

Bayangkan kayak uang monopoli aja 😀

Bagi beberapa orang mungkin beda. Bagi saya, dollar masih aman karena jarang punya keinginan belanja barang yang pake dollar. Kalaupun mau tau nilai rupiahnya juga harus ngitung lagi. Gak langsung kebayang duit itu bisa buat beli apa aja.

Mirip seperti yang dibilang Wendy tadi. Sekali dalam bentuk chips, itu adalah ammo. Ketika target mucul? Hajar!

Liburan ke Museum Angkut Malang

Beberapa hari yang lalu main ke Museum Angkut di Malang. Tepatnya di sekitar Jatim Park. Ada berberapa kendaraan yang menarik perhatian saya. Sebagian saya dokumentasikan dengan foto.

image

Saat masuk langsung disambut oleh Bumble Bee. Patung robot yang dibuat dari bekas material motor dan mobil. Jadinya lumayan mirip.

image

Satu kendaraan yang mencuri perhatian saya. Heinkel Kabine, begitu tertulis di papan namanya. Kendaraan mungil dengan 2 penumpang dan 3 roda. Yang unik adalah bentuknya yang mirip kapal selam.

image

Inget dengan mobil listrik yang dipakai Dahlan Iskan nabrak? Nah bangkainya ada di sini. Tapi yang tersisa tinggal tulang kulit dan rodanya. Komponen lainnya sudah diambil.

image

Logo logo oli jaman dulu terpasang di pagar. Klasik!

image

Aaaak ada trial GasGas. Pegang dulu lah sapa tau bisa keturutan punya haha.

image

Mobil mungil lagi. Morris punyae Mr. Bean yang terkenal itu.

Btw sa penyuka mobil-mobil kecil gini. Kalau dilancarkan rejekinya pengen punya Honda Life yang mesinnya pake Yamaha R1 ahak ahak.

image

Nah karcisnya model ban operasi gitu. Pake gelang yang lumayan kuat/anti air.

image

Udah gitu aja. Bentar lagi ganti bulan saatnya kerja lagi ( –)9

Renang lagi

image

Foto: Pak Sam

 

Setelah sekian lama tidak nyemplung, akhirnya jumat kemaren renang lagi.

Diajak sama pak Sam di daerah ringroad selatan.

Tempatnya lumayan sepi, airnya gak kebanyakan kaporit dan ada tempat dangkal buat anak kecil.

Tapi bayarnya mehel (25rb) secara biasanya di UNY cuma 7ribu 😀 (gatau sekarang berapa)

Harga segitu udah dapet handuk sama minuman (kelegen)

Hasil Kebun Pagi Ini

Dulu pas awal ngontrak dipasrahi tanaman hias sama pak kos.

Batin saya “wah kerjaan tambahan ki”.

image

Dan benar saja karena ndak diurusi akhirnya pada rusak, sebagian kering dan mati :))

Karena itu barang titipan akhirnya ngijoli.

image

Langsung meluncur berburu bunga di pasty.

image

Pas mindah di pot ternyata asik juga main tanaman.

image

Berlanjut pengen hidroponik.

Ternyata ribet dan batal!

image

Pas main ke pasty lagi ada tanaman buah dalam pot (tabulampot).

Nah ini baru asik, kebetulan saya juga penggemar buah.

image

Akhirnya berlanjut menanam bermacam buah.

image

Termasuk buah ceplukan yang jadi bahan “hasil kebun pagi ini” :))

image

Masih pengen nyari buah yang lain lagi asal nggak ribet perawatannya aja.

Sukur sukur ndak perlu perawatan wis awoh 😀

Mencoba Ojek Aplikasi Pertama Kali

image

Barusan nyobain ojek aplikasi.

Kesan:

Yang pertama #hedeh #tepokjidat

Rada kurang beruntung dapet driver yang naik motornya kurang lancar.

Nyeberang asal potong jalan, masih narik gas aja pas ada penyebrang di zebra cross.

Jantungan juga beberapa kali hampir nyerempet orang –“.

Rasanya pengen ambil alih kemudi dan saya yang nyetir aja :v

Mungkin karena drivernya sudah agak sepuh dan baru ajaran naik motor.

Terakhir pas mau turun.. “Agak sini ya mas, gak enak di sana ada pangkalan ojek”. Ojek aplikasi masih tabu ya?

Saran:

  1. Test drive kecakapan mengemudi di jalan raya. Semacam quality control lah. Walaupun asumsinya punya SIM artinya udah lolos semua. Tapi tetep aja gak menjamin. Serem juga dapet driver yang kayak tadi 😀
  2. Test kecakapan menggunakan peta. Maksudnya biar penumpang terima jadi, sampe. Ga perlu tanya tanya lewatnya mana.
  3. Bisa milih pengemudi berdasarkan profile dia. Jadi kalau biasanya kita kasih order trus pengendara yang pickup nah ini dibalik, kita yang propose trus dia mau accept atau tidak. Ngubah system ini hahah.

Gak enak juga sebenernya nulis gini. Bisa-bisa sandang pangan orang melayang. Tapi demi hari depan yang lebih baik tidak ada salahnya kalau seseorang perlu meningkatkan kompetensinya agar bisa bersaing.

Semoga ke depannya makin baik.

Launching Listeno

Semalem dateng ke launchingnya Listeno di Dongeng Kopi. Salah satu mainannya Koh Afit.

listeno-registrasi

Gambar: Listeno

Pas di meja registrasi ketemu sama mbak Bulan. Tetiba dikasih pertanyaan yang bikin sedih.

“Apa kabar Twitter?”

“Duh mbak, Twitter sekarang sepi. Sedih aku. Pada pindah semua.”

“Yang nyeleb pada pindah Instagram.”

“Yang social pada pindah Path atau #CLBK ke Facebook.”

Btw di sana ketemu bro Leksa, TopanPR, mbah Merem dan man teman lainnya. Ruamee ngobrol sampe bubaran. Saling berbagi kabar dan pengalaman. Sesekali gojegan.

image

Gak sempet foto sama maskotnya juga di sana jadi nyusul foto di kantor :v

Semoga lekas enak-enak Koh!

9 Pertanyaan Yang Perlu Dijawab Sebelum Memulai Startup

Ide datang dan pergi. Hari ini ingin menbuat ini, esok hari ingin membuat itu. Ide-ide keren datang setiap saat. Mencuri perhatian, merayu untuk segera dieksekusi. Seakan itu adalah “The Next Big Thing“. Sering kali eksekusi ide berhenti di tengah jalan. Stuck, jenuh. “Ada yang mau pakai ndak ya?”. “Bisa di-monetize ndak ya?”. Penuh keraguan di sana sini.

start-up

Oleh karena itu sebelum memulai apapun, pastikan benar-benar jelas dan yakin. Pertanyaan berikut membantu menggali informasi agar jelas dan mantap dalam memulai startup.

1. NAMA
Sebutkan nama startup yang akan dikembangkan.

2. DESKRIPSI SINGKAT
Gambarkan startup yang akan dikembangkan dalam satu kalimat.

3. MASALAH YANG AKAN DISELESAIKAN
Jelaskan masalah yang akan diselesaikan oleh startup.

4. DIFERENSIASI
Jelaskan apa yang membedakan startup ini dari yang sudah-sudah.

5. PENGEMBANGAN PRODUK
Jelaskan bagaimana produk akan dikembangkan.

6. USER ACQUISITION
Jelaskan bagaimana cara untuk mendapatkan pengguna.

7. PENDANAAN AWAL
Jelaskan bagaimana startup akan didanai ketika belum ada pemasukan.

8. MONETIZATION
Jelaskan bagaimana startup mendapatkan pemasukan. Dari mana saja sumbernya, kapan akan mulai mendapatkan pemasukan.

9. TEAM
Ceritakan masing-masing anggota tim yang terlibat. Background dan peran dalam startup.

Catatan di atas bisa dibaca sewaktu-waktu sebagai panduan agar startup fokus berjalan sesuai rencana.

Ada yang tertinggal dari catatan di atas? silakan beri masukan di kolom komentar!